Petinggi MotoGP Jelaskan Tabrakan Ianone dan Lorenzo


image

Radarmotor.com –  Insiden tabrakan antara Jorge Lorenzo dan Andrea Iannone di Barcelona ternyata masih menyisakan polemik berkepanjangan, termasuk di antara dua pembalap itu yang masing-masing punya versi sendiri.

Lorenzo memang pihak yang paling dirugikan karena dengan kegagalannya meraup poin, dia juga kehilangan posisi puncak klasemen yang direbut pembalap Honda, Marc Marquez.
Pihak Race Direction juga menyatakan Iannone bersalah dan menghukumnya start paling belakang di Assen nanti.

Berikut ini adalah penjelasan terperinci dari direktur balapan MotoGP, Mike Webb, tentang apa yang sebenarnya terjadi.

“Ketika pertama kali saya bicara dengan Iannone, hal pertama yang dia katakan adalah bahwa berdasarkan datanya sendiri, dia mengerem di tempat yang normal dan bahwa Jorge sangat lambat sehingga dia tidak bisa menghindarinya — maka saya pun memeriksa data dari kedua motor.
Sebenarnya, apa yang kemudian ditunjukkan adalah mereka berdua mengerem di titik pengereman mereka yang normal. Kami melihat di semua putaran, dan mereka berdua mengerem dengan cara yang normal. Iannone mengatakan yang sebenarnya, tapi Jorge juga tidak melakukan hal yang aneh. Cukup jelas, dia punya masalah dengan kendali ban depan, namun dia mengalami itu sepanjang balapan.
Iannone membuat kesalahan dalam arti bahwa dia mendatangi Jorge lebih kencang dari perkiraannya — namun sudah menjadi tanggung jawab dia untuk menghindari orang di depannya, karena itulah dikenakan penalti.

(Menurut Lorenzo kemudian, hukuman itu terlalu ringan dan dia sudah mendatangi Race Direction untuk menyampaikan pendapatnya.)

Jorge menjelaskan maksudnya pada saya, dan saya mengerti yang dia katakan, namun majelis pengawas balapan (Stewards Panel) meyakini bahwa kami telah membuat keputusan yang tepat. Iannone diberi hukuman posisi start yang lebih ringan untuk tabrakan dia di Argentina, karena itu merupakan gaya membalap yang tak bertanggung jawab.

” Prosedur tetap kami tahun ini adalah pelanggaran yang berulang akan selalu menimbulkan penalti lebih berat. Dia mengaku membuat kesalahan — alasan yang sama, kesalahan yang sama, jadi maaf kalau penaltinya lebih berat. Dan saya yakin start paling belakang cukup berat untuk membuatnya kapok di masa depan.
Jorge yakin itu belum cukup, Andrea yakin itu terlalu berat, dan kami berada di tengah. Kami berusaha seimbang, dengan mempertimbangkan riwayat, tingkat pelanggaran dan kesengajaan, ” tutup webb.

Memang benar sih , Lorenzo cukup dirugikan , karena posisinya tergeser dan jelas karena Lorenzo adalah kandidat juara tahun ini.
Sedangkan Ianone , tidak mendapat point sudah biasa .
Untungnya kejadian ini masih diseri-seri awal , semisal sudah diseri akhir dan seumpama hanya tinggal Lorenzo dan Rossi yang bersaing memperebutkan gelar juara dunia , pastilah ini disebut konspirasi orang-orang Itali…aksi balas dendam maksudnya…

Library : beritasatu

kirim opini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s